Sejatinya, Orang Katolik diharapkan dapat terlibat secara aktif dalam perayaan Ekaristi. Keterlibatan tersebut dapat diwujudnyatakan saat umat merayakan perayaan Ekaristi secara aktif dan menunjukkan kesediannya menjadi petugas Ekaristi.
"Kaum beriman Kristiani, yang berkat Baptis telah menjadi anggota Tubuh Kristus, terhimpun menjadi Umat Allah, dengan cara mereka sendiri ikut mengemban tugas imamat, kenabian, dan rajawi Kristus (LG 31)
Ekaristi merupakan salah satu dari tujuh sakramen dalam Gereja Katolik yang istimewa. Kalau dikatakan bahwa Sakramen Ekaristi merupakan "sumber dan puncak" hidup Gereja, karena semua sakramen yang lain terarah kepada Sakramen Ekaristi.
Prodiakon paroki hadir dan melaksanakan tugasnya sesuai dengan penugasan Uskup, seperti yang tercantum dalam surat keputusan. Itulah sebabnya, mereka diharapkan dapat melaksanakan tugasnya sesuai dengan spiritualitas atau semangat hidup yang dibangun berkaitan dengan tugas-tugasnya.