Buku ini ingin mengajak kita untuk pertama-tama bertanya pada diri sendiri. Barangkali perayaan liturgi tidak menyentuh justru terutama disebabkan oleh faktor diri kita sendiri. Mungkin kita kurang menyiapkan diri, atau iman kita sedang loyo.
Dengan bahasa yang sederhana dan contoh-contoh yang jelas, kita akan dibantu untuk mengerti makna dan peranan musik dan nyanyian liturgi, cara memilih nyanyian liturgi yang baik, dan peranan para pelayan musik liturgi.
Buku ini hadir untuk mendukung karya pelayanan Prodiakon.
Buku pedoman ini pertama-tama bertujuan pastoral, yakni memberi pegangan dan membantu umat, para pemimpin dan petugas liturgi untuk lebih memahami dan menghayati makna misteri perayaan Natal dan Paskah.
Buku upacara pemakaman dalam bahasa Indonesia ini disusun dan diterbitkan oleh PWI-Liturgi sesuai dengan penetapan Konstitusi Liturgi No. 63b dan berdasarkan naskah dan petunjuk dalam editio typica Ordo Exsequiarum (tanggal 15-8-1969)
Mengingat keterbatasan nyanyian liturgi perkawinan dalam buku Puji Syukur tahun 1992, Komisi Liturgi KWI menyediakan buku nyanyian khusus untuk liturgi perkawinan, guna menambah khazanah nyanyian, yang sesuai dengan liturgi perkawinan dan mengungkapkan iman Gereja. (Petunjuk Umum Tata Perayaan Perkawinan No. 30)
Buku ini hanya mengambil bagian penting dari edisi lengkap Tata Perayaan Ekaristi dalam ketiga bahasa tersebut.
Buku ini disusun untuk membantu umat beriman agar dapat melaksanakan sembah sujud kepada Ekaristi Mahakudus secara baik, khidmat, dan berbuah.
Menghayati Liturgi Pekan Suci menjadi obat penawar kerinduan anda akan pengalaman bersama Yesus, tidak hanya pengalaman sengsara dan wafat, tetapi juga sekaligus dengan kebangkitan-Nya.
Ibadat adorasi merupakan perpanjangan perayaan Ekaristi, dan Ekaristi tidak bisa dipisahkan dari Perjamuan Malam Terakhir dan kurban Yesus di Kalvari.