Buku ini berisi bahan katekese liturgi mengenai Spiritualitas Ekaristi yang digunakan sebagai bahan renungan pada Misa Hari Minggu di sepanjang tahun 2013.
"Kaum beriman Kristiani, yang berkat Baptis telah menjadi anggota Tubuh Kristus, terhimpun menjadi Umat Allah, dengan cara mereka sendiri ikut mengemban tugas imamat, kenabian, dan rajawi Kristus (LG 31)
Dalam rangka pemulihan ingatan manusia akan kemanusiannya, katekese menjadi proses belajar untuk menjadi semakin manusia. Proses belajar ini mencakup upaya-upaya: menghadirkan Yesus Kristus sebagai contoh pribadi manusia yang utuh; membuka ruang bagi umat beriman untuk mengalami keheningan, menciptakan makna, dan berbagi makna; mengembangkan daya kreatif dan sikap kritis umat beriman menanggapi…
Membaca buku ini, pembaca akan dibawa pada pemahaman lebih dalam tentang teks Yesaya 40-45, sekaligus mendapatkan inspirasi dan permenungan yang mendalam.
Buku ini bertujuan untuk memudahkan dalam membentuk atau membangun sebuah khotbah dengan struktur yang jelas dan terarah. Selain itu Pengkhotbah dapat menguasai konsep khotbahnya dari awal sampai akhir.
Perkawinan adalah sebuah ritual suci dalam perjalanan hidup, dimana dua orang berjanji untuk hidup bersama. Akan tetapi, sebelum anda melangkah lebih jauh untuk membentuk sebuah mahligai rumah tangga, lebih baik anda saling mengenal persamaan dan perbedaan masing-masing terlebih dahulu, pertimbangkan dengan matang, jangan mengambil keputusan dengan tergesa-gesa.
Tanpa refleksi yang memadai atas peran teknologi dalam dunia kehidupan, sangat boleh jadi kita akan membiarkan diri kita dibentuk oleh kekuatan-kekuatan teknologi yang sesungguhnya menyembunyikan kekuatan-kekuatan kapital.
Dalam buku ini berisi mengenai materi tentang Kepribadian Manusia dan penjelasannya.
Bakti Sejati mendorong umat beriman untuk membaharui janji baptisnya setiap hari dan untuk melaksanakannya "melalui tangan Maria". Tulisan Montfort ini seakan-akan menambahkan suatu spiritualitas kepada ajaran Gereja tentang pembaptisan.
Pada tahun 1971, Paus Paulus VI menerbitkan sebuah dokumen Ajaran Sosial Gereja, yang berjudul "Octogesima Adveniens". Di dalam dokumen tersebut Paus membahas sekitar sepuluh masalah sosial, yang dinilainya mendesak untuk diatasi oleh seluruh masyarakat pada saat itu. Salah satu dari masalah tersebut adalah masalah rusaknya lingkungan hidup.