Buku ini merupakan kumpulan catatan kritis para akademisi, peneliti dan pegiat pendidikan. Beberapa tema tulisan dalam buku ini; pendidikan untuk apa dan untuk siapa, pendidikan di era transformasi sosial-budaya, kesenjangan pendidikan, hegemoni pasar kerja dalam pendidikan, digitalisasi pendidikan, pendidikan multikultural, kekerasan dalam dunia pendidikan, pendidikan guru, liberal arts, pendi…
Remaja yang baik bukan mereka yang hanya mikir gaul tanpa peduli lingkungan. Remaja keren adalah mereka yang mampu menunjukkan diri peduli lingkungan.
Buku pengantar pendidikan ini menjawab permasalahan calon pendidik yang ingin mendalami hakekat pendidikan ataupun mendampingi perkuliahan matakuliah pengantar pendidikan.
Di lingkungan LPTK, sesungguhnya yang diperlukan saat ini bukan semata jumlah lulusan pendidikan yang mengagumkan, melainkan dampak pendidikan, berupa utilitas atau daya guna lulusan pada sekolah-sekolah atau lembaga pendidikan lainnya.
Melalui buku ini, Paulo Freire mengkritik keras model pendidikan gaya bank barat yang disebutnya sebagai alat penindasan. Sebagai gantinya ia mengajukan konsep pendidikan hadap-masalah yang disebutnya sebagai alat pembebasan. Metodologi Paulo Freire ini terbukti telah membantu orang-orang miskin dan buta huruf yang tak terhitung jumlahnya di seluruh dunia.
Buku ini disusun untuk memenuhi referensi bagi para guru, mahasiswa, dan pemerhati pendidikan pada umumnya. Oleh karena itu, dalam buku ini dikaji tentang hakikat psikologi pendidikan, pertumbuhan dan perkembangan individu, serta mengenai teori-teori belajar, kesulitan belajar, anak berkebutuhan khusus, pengelolaan kelas, dan bimbingan konseling.
Menulis buku ibarat menanam sebuah pohon durian. Menanamnya cukup sekali saja bukan. Namun pohon itu akan terus berbuah, sampai masa produksi pohon durian itu habis. Sama dengan menulis. Sebuah buku bisa terus menerus memberikan passive income berupa royalty atau honor kepada penulisnya. Selama buku tersebut masih laku dipasaran, maka sang penulisnya akan secara terus menerus menerima income pa…
Orang jawa mengimani adanya Tuhan Yang Maha Esa, dan memeluk salah satu dari agama-agama yang diakui di Indonesia. Namun tak dapat dipungkiri bahwa mereka memiliki pedoman-pedoman tertentu yang berkaitan dengan tatacara yang bersumber dari ajaran luhur nenek moyang yang diwariskan secara turun-temurun.