Penyambung Suara Lidah Rakyat
Ketika merayakan seratus tahun kelahiran Bung Karno (1901-2001), sebuah pertanyaan muncul : bagaimana perbedaaan antara Indonesia masa lalu pada zaman kepresidenan Sukarno dengan Indonesia (Orde) Baru masa kini dapat diterangkan? Menurut pendapat Siegel, si "Penyambung Lidah Rakyat" memang didengarkan oleh orang-orang yang merasa, sesudahnya, bahwa ia (Sukarno) berbicara untuk menyuarakan kepentingan rakyat. Artinya, Bung Karno mengatakan apa yang memang dipikirkan oleh rakyat. Dewasa ini orang-orang bersedia "mengemban amanat rakyat" tidak kurang. Akan tetapi, tidak mudah lagi menemukan orang-orang yang merasa bahwa kepentingannya disuarakan. Dan justru orang-orang yang langka seperti itulah yang dibuang dari pikiran.
Tidak tersedia versi lain