Buku kecil ini, karya Pastor Siriakus Maria Ndolu, O.Carm, yang diramu dari beberapa tulisan membantu kita untuk mengalami keheningan dan menjumpai diri kita sendiri di tengah kebisingan zaman ini; berusaha memandu kita untuk bergerak lebih dalam ke kedalaman kita.
Gereja selalu mengajarkan bahwa bagi Umat Kristiani Perkawinan itu adalah Satu Sakramen. Sekaligus ia juga adalah Satu Panggilan Kristiani; panggilan menuju kesucian hidup.
Buku ini adalah ikhtiar memahami Tuhan dan juga agama dari sudut pandang iman yang dihayati secara dialogis. Dengannya Tuhan dimengerti dan dapat ditemui dengan leluasa, dalam ruang bebas yang terbuka bagi manusia.
Mengingat keterbatasan nyanyian liturgi perkawinan dalam buku Puji Syukur tahun 1992, Komisi Liturgi KWI menyediakan buku nyanyian khusus untuk liturgi perkawinan, guna menambah khazanah nyanyian, yang sesuai dengan liturgi perkawinan dan mengungkapkan iman Gereja. (Petunjuk Umum Tata Perayaan Perkawinan No. 30)
Dalam buku ini, para penulis ingin menekankan usaha orang muda Katolik (OMK) stasi Kebangkitan Kristus Krian, dalam mengenali belas kasih Allah melalui pengalaman sehari-hari. Hal ini sesuai dengan Tahun Yubileum Kerahiman yang dicanangkan oleh Paus Fransiskus. Usaha mengenali belas kasih Allah merupakan "gerak ke dalam diri" untuk mengetahui dan memahami iman.
Tulisan ini dimaksudkan antara lain untuk mengerti latar belakang pemikiran Gereja. Sama seperti agama lain, Gereja juga yakin bahwa tak ada pasangan yang mau menikah hanya untuk beberapa tahun. Orang menikah karena mau hidup bersama sebagai suami istri sampai maut memisahkan mereka. Atas dasar itu, Gereja dengan aturan dan hukum-hukumnya bukan ingin mempersulit kehendak laki-laki dan perempuan…