"Dalam Ekaristi Mahakudus terkandung seluruh kekayaan rohani Gereja, yakni Kristus sendiri Paskah kita. Karena itu, Ekaristi tampil sebagai sumber dan puncak dari semua pemberitaan Injil" (Konsili Vatikan II)
Buku ini berisi bahan katekese liturgi mengenai Spiritualitas Ekaristi yang digunakan sebagai bahan renungan pada Misa Hari Minggu di sepanjang tahun 2013.
Dalam buku ini dijelaskan mengenai liturgi Sakramen Baptis.
Buku ini menyediakan bahan Katekese Liturgi seputar Tata Perayaan Perkawinan..
Dalam Surat Kepada Para Imam yang ditulis pada Kamis Putih tahun 2002, Santo Yohanes Paulus II mengajak Para Imam untuk "Dengan penuh sukacita dan rasa percaya, marilah kita menghidupkan kembali Sakramen (Tobat) ini. Marilah kita mengalaminya sekali lagi, terutama untuk diri kita sendiri, sebagai sesuatu yang benar-benar kita butuhkan dan sebagai rahmat yang selalu kita cari"
Buku ini disusun untuk menemani keluarga, sanak saudara yang mendampingi saudara yang sedang sakit. Buku ini juga disusun sebagai sarana berdoa bagi pasien serta pendamping pastoral dan imam yang memberikan Sakramen Perminyakan Orang Sakit.
Buku ini bermaksud menawarkan suatu pendidikan liturgi, atau khususnya suatu katekese tentang Misa, atau suatu mistagogia bagi siapa saja yang memerlukan penyegaran pengetahuan tentang Misa.
Memahami Perayaan Ekaristi menjelaskan bagian-bagian pokok dan unsur-unsur penting dari Perayaan Ekaristi secara sistematis; menguraikan istilah-istilah penting yang berkaitan dengan bagian-bagian Perayaan Ekaristi; memberikan penjelasan mengenai isi dan maksud yang terkandung di dalam rumusan doa-doa Perayaan Ekaristi; memberikan arti pada sikap, gerak-gerik, dan kegiatan yang dilakukan pemimp…
Sebab tidak ada satu umat Kristiani pun dapat dibangun, kecuali kalau berakar dan berporos pada Perayaan Ekaristi Mahakudus (Dokumen tentang Ekaristi, Eucharisticum Mysterium)
Mengingat keterbatasan nyanyian liturgi perkawinan dalam buku Puji Syukur tahun 1992, Komisi Liturgi KWI menyediakan buku nyanyian khusus untuk liturgi perkawinan, guna menambah khazanah nyanyian, yang sesuai dengan liturgi perkawinan dan mengungkapkan iman Gereja. (Petunjuk Umum Tata Perayaan Perkawinan No. 30)