Buku Indonesian Political Thinking 1945-1965, yang disunting oleh Herbert Feith dan Lance Castles, adalah antologi esai dan tulisan yang mengumpulkan pemikiran-pemikiran politik di Indonesia selama periode awal kemerdekaan, antara 1945 hingga 1965. Buku ini menampilkan berbagai pandangan tokoh-tokoh politik Indonesia dari berbagai latar belakang, mulai dari nasionalis, sosialis, komunis, hingga…
Dalam buku ini, George J. Aditjondro kembali membongkar jejaring kolusi, korupsi, dan nepotisme yang melibatkan pembantu, kerabat, dan orang dekat Presiden. Menurut saya buku ini justru harus dibaca oleh Presiden agar dapat melihat dari sudut lain bagaimana kekuasaan yang ada padanya bisa dengan mudah jatuh ke dalam kubangan korupsi. (Danang Widoyoko : Koordinator Indonesia Corruption)
Ketika merayakan seratus tahun kelahiran Bung Karno (1901-2001), sebuah pertanyaan muncul : bagaimana perbedaaan antara Indonesia masa lalu pada zaman kepresidenan Sukarno dengan Indonesia (Orde) Baru masa kini dapat diterangkan? Menurut pendapat Siegel, si "Penyambung Lidah Rakyat" memang didengarkan oleh orang-orang yang merasa, sesudahnya, bahwa ia (Sukarno) berbicara untuk menyuarakan kepen…
Buku ini berisi tentang NKRI yang meliputi Pancasila, Proklamasi beserta Proklamatornya, UUD 1945, lembaga tinggi negara, sistem pemerintahan pusat dan daerah, partai politik, hingga peristiwa-peristiwa sejarah yang pernah mewarnai perjalanan negara ini. Semua tersaji secara gamblang dan ringan. Buku ini layak dijadikan referensi bagi pejabat negara, politisi partai, anggota dewan, akademisi, m…
Bagaimana hubungan antara iman dan politik? Bagaimanakah sikap iman gereja-gereja di Indonesia terhadap reformasi yang terjadi? Apakah gereja mau terlibat secara sungguh-sungguh dalam bidang politik? Apakah selama ini telah terjadi kesalahan dalam membangun sikap iman warga jemaat dalam bidang sosial dan politik? Dengan gamblang dan sederhana penulis mencoba mendorong gereja-gereja untuk bercer…
Buku ini mencoba menampilkan sejumlah pemikir yang membantu refleksi kita, baik terhadap konsep politik berdasarkan institusi-institusi keagamaan atau yang analog dengannya, maupun refleksi terhadap realitas politik dalam wawasan iman religius.