Buku ini ingin menjelaskan secara sederhana dan mudah : makna dan peranan musik dan nyanyian liturgi, cara memilih nyanyian liturgi yang baik, dan peranan para pelayan musik liturgi.
Buku Liturgi Seputar Kematian ini mengacu pada buku Upacara Pemakaman dari Komisi Liturgi KWI yang diterbitkan oleh Penerbit Obor Tahun 2012 dan sumber-sumber lain yang sudah mendapat nihil obstat dan imprimatur.
Buku pedoman ini pertama-tama bertujuan pastoral, yakni memberi pegangan dan membantu umat, para pemimpin dan petugas liturgi untuk lebih memahami dan menghayati makna misteri perayaan Natal dan Paskah.
Buku upacara pemakaman dalam bahasa Indonesia ini disusun dan diterbitkan oleh PWI-Liturgi sesuai dengan penetapan Konstitusi Liturgi No. 63b dan berdasarkan naskah dan petunjuk dalam editio typica Ordo Exsequiarum (tanggal 15-8-1969)
Buku ini disusun untuk membantu umat beriman agar dapat melaksanakan sembah sujud kepada Ekaristi Mahakudus secara baik, khidmat, dan berbuah.
Salah satu bentuk penghargaan kita terhadap Sabda Yesus itu dapat kita ungkapkan dalam ibadat meditatif seperti yang disusun dalam buku ini yang dapat dilaksanakan secara perseorangan atau bersama-sama dalam kelompok, tidak hanya dalam masa prapaskah.
Dengan syair dan melodi yang dipilih berdasarkan ketentuan liturgi yang ada, diharapkan perayaan Ekaristi Kaum Muda semakin hidup, dinamis, dan sungguh mampu mewujudkan perayaan misteri keselamatan Allah bagi kita.
Berdasarkan tradisi para rasul yang berawal pada hari kebangkitan Kristus sendiri, Gereja merayakan misteri paskah pada setiap hati kedelapan, yang sudah selayaknya disebut Hari Tuhan atau Hari Minggu.
Buku Seri Katekese Liturgi ini merupakan pengolahan secara baru atas bahan-bahan buku Bulan Katekese Liturgi yang diterbitkan oleh Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang selama 20 tahun, yakni dari tahun 1999 sampai dengan 2018.