Buku yang disusun oleh Komisi Liturgi KAS ini tidak dimaksudkan sebagai edisi resmi Gereja, melainkan sebagai bantuan bagi para pemimpin perayaan Ekaristi atau ibadat dalam rangka peringatan arwah.
Buku ini memberikan penjelasan yang lengkap dan mudah dipahami mengenai pengertian misdinar, bidang pelayanan, dan tata cara pelayanan misdinar.
Sebuah renungan akan penghayatan Ekaristi yang kaya dan mendalam, dan sangat membantu setiap orang Kristiani dalam keluarga ataupun komunitas untuk menemukan semangat dan saripati perayaan Ekaristi Gereja.
Buku ini ingin menjelaskan secara sederhana dan mudah : makna dan peranan musik dan nyanyian liturgi, cara memilih nyanyian liturgi yang baik, dan peranan para pelayan musik liturgi.
Dalam buku ini akan dibahas aneka permasalahan sekitar ibadat sakramentali, antara lain : cara memimpin ibadat yang baik, perbedaan liturgi dengan ibadat, makna ibadat berkat dan sakramentali, bentuk dan susunan dasar ibadat, macam ragam ibadat sakramentali.
Dalam buku Seputar Pelayanan ini disampaikan contoh Doa Harian Prodiakon dan dibahas berbagai persoalan, seperti figur Prodiakon yang diharapkan, sikap dan pakaian liturgis prodiakon, persoalan praktis penerimaan komuni, masa liturgi, kebaktian kepada Bunda Maria, dan hal mendoakan arwah.
Dalam Seputar Ibadat Sabda ini dibahas aneka persoalan mengenai ibadat sabda, antara lain : nilai dan kepemimpinan ibadat sabda, bacaan misa, cara mempersiapkan homili yang baik, dan masalah ibadat sabda dan komuni.
Buku ini berisi informasi pokok dan singkat padat mengenai bentuk-bentuk devosi Ekaristi, khususnya Adorasi Ekaristi. Dalam bentuk tanya jawab, buku ini membuat pembaca lebih mudah menemukan informasi jawaban yang komprehensif dari berbagai pertanyaan di seputar praktek Adorasi Ekaristi, termasuk Adorasi Ekaristi Abadi.
Buku ini ingin mengajak kita untuk pertama-tama bertanya pada diri sendiri. Barangkali perayaan liturgi tidak menyentuh justru terutama disebabkan oleh faktor diri kita sendiri. Mungkin kita kurang menyiapkan diri, atau iman kita sedang loyo.