Kita dapat hidup materialistis. Dapat juga kelewat rohani. Yang satu tertanggap mirip mesin. Yang lain berangan-angan begitu "mengukir langit" akhirat, sehingga hidup fana ini diremehkan karena "cuma" fana akan lewat berkata; jadi bukan yang sejati. Buku ini mengajak kita agar tidak hanyut dalam kedua ekstrim itu, melalui renungan-renungan refleksif yang bermuara pada penghayatan dari yang ters…